Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

Kata “Legowo” diambil dari bahasa Jawa yaitu “Lego” dan “Dowo”. Lego artinya luas, dan dowo artinya memanjang. Teknologi Legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect). Cara tanam padi sistem Legowo merupakan rekayasa teknologi yang ditujukan untuk memperbaiki produktivitas usaha tani padi.Teknologi ini merupakan perubahan dari teknologi jarak tanam tegel menjadi tanam Jajar Legowo.

Read the rest of this entry »

Wakil Bupati Enrekang, Drs. Nurhasan melantik dua kepala desa sekaligus di dua wilayah berbeda, Rabu (21/12). Kepala Desa pertama yang dilantik Drs. Nurhasan adalah Syamsir, Kepala Desa Mundan kecamatan Masalle. Kemudian Muslimin, Kepala Desa Baroko Kecamatan Baroko. Muslimin menggantikan pejabat sebelumnya, Suadi Gali. Acara berlangsung meriah, dengan dihadiri seluruh warga masyarakat di kedua desa masing-masing.Di dua tempat terpisah itu, Drs. Nurhasan sama-sama mengingatkan kepada kepala desa terpilih dan seluruh masyarakat, bahwa tidak ada lagi sekat-sekat atau perbedaan-perbedaan yang terjadi. “Pak desa harus merangkul seluruh komponen masyarakat. Begitupun sebaliknya, masyarakat yang tadinya tidak mendukung kepala desa terpilih pada saat pemilihan lalu, harus sama-sama bekerja dan membantu kepala desa, sehingga pembangunan desa bisa terwujud,” kata Nurhasan. Read the rest of this entry »

Di musim kemarau ini beberapa kawasan di Kabupaten Enrekang mengalami krisis air. Krisis air paling parah dirasakan warga Baroko. Hal itu diakui Camat Baroko, Zulkarnain.Ia menjelaskan, krisis air tahun ini paling parah dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, sebutnya, ketersediaan air bagi warga tetap bisa diatasi meski saat itu jumlah debit air kurang. Ia menambahkan, kondisi kekeringan diperparah dengan terbatasnya sumber air bersih di wilayah tersebut. Dari 466 KK (kepala keluarga) yang tinggal di Kecamatan Baroko, lanjut Zulkarnain, semuanya mengambil air dari Cekdam Baroko dengan jumlah saluran distribusi sebanyak 107 selang. “Makanya, karena debit air yang sedang kurang dan tidak sanggup mensuplai semua kebutuhan masyarakat secara bersamaan, kita sekarang berlakukan sistem bergilir. Jadi memang benar kalau Baroko kekurangan air,” katanya. Bahkan, kekeringan juga memaksa keluarga pasien di puskesmas Baroko mengambil air dari rumah warga. Read the rest of this entry »

Sekitar sekitar 40 mahasiswa dari Universitas Sun Moon,Korea selatan datang ke kabupaten Enrekang untuk melakukan penelitian mengenai pemrosesan kopi di desa patongloan dalam penelitian itu mahasiswa yang berasal dari korea tersebut meneliti bagaimana cara proses pengembangan kopi yang di lakukan yang masih secara tradisional namun dapat menghasilkan kopi yang memiliki citarasa yang khas .”Mereka (mahasiswa red) meneliti cara petani dalam merawat tanaman, kemudian proses pemetikan sampai proses pengolahan hingga menghasilkan biji kopi. Mereka mengaku tertarik  melakukan penelitian ini karena proses pengolahan kopi di desa tersebut masih manual, tidak sama di luar negeri yang menggunakan sentuhan teknologi,” tutur M Zilkarnain.


Dia mengungkapkan, awalnya salah seroang warga Kecamatan Baroko yang memiliki rekan bisnis di Korea, rutin mengirim kopi ke Korea sebagai bingkisan hadiah. Hal ini tanpaknya diketahui oleh mahasiswa di Sun Moon University. “Akhirnya para mahasiswa ini mendatangi Desa Patongloan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat kita dalam mengolah biji kopi,” tuturnya. Dia menambahkan, jenis kopi yang dikembangkan petani di Kecamatan Baroko yakni jenis Arabika. “Potensi kopi di wilayah saya (Baroko red) memang cukup besar,” sebut M Zulkarnain.di Kecamatan Baroko khususnya di desa Pangtongloan sangat cocok membudidayakan kopi kerena memiliki daerah dengan ketinggian 1.500 meter di atas perkukaan laut dan di dukung luas lahan 1.614 Ha sehinggah pada tahun 2010 yang lalu di kecamatan Baroko mampu menghasilkan kopi sebanyak 879 Ton berjenis Arabica typica yang hanya bisa dibudidayakan pada daerah ketinggian 1.500 di atas permukaan laut itu bahkan menjadi kopi langka dan tertua di dunia. Di Indonesia, jenis kopi ini hanya bisa tumbuh di Kabupaten Enrekang.

Awan Tag