Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

Sekitar sekitar 40 mahasiswa dari Universitas Sun Moon,Korea selatan datang ke kabupaten Enrekang untuk melakukan penelitian mengenai pemrosesan kopi di desa patongloan dalam penelitian itu mahasiswa yang berasal dari korea tersebut meneliti bagaimana cara proses pengembangan kopi yang di lakukan yang masih secara tradisional namun dapat menghasilkan kopi yang memiliki citarasa yang khas .”Mereka (mahasiswa red) meneliti cara petani dalam merawat tanaman, kemudian proses pemetikan sampai proses pengolahan hingga menghasilkan biji kopi. Mereka mengaku tertarik  melakukan penelitian ini karena proses pengolahan kopi di desa tersebut masih manual, tidak sama di luar negeri yang menggunakan sentuhan teknologi,” tutur M Zilkarnain.


Dia mengungkapkan, awalnya salah seroang warga Kecamatan Baroko yang memiliki rekan bisnis di Korea, rutin mengirim kopi ke Korea sebagai bingkisan hadiah. Hal ini tanpaknya diketahui oleh mahasiswa di Sun Moon University. “Akhirnya para mahasiswa ini mendatangi Desa Patongloan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat kita dalam mengolah biji kopi,” tuturnya. Dia menambahkan, jenis kopi yang dikembangkan petani di Kecamatan Baroko yakni jenis Arabika. “Potensi kopi di wilayah saya (Baroko red) memang cukup besar,” sebut M Zulkarnain.di Kecamatan Baroko khususnya di desa Pangtongloan sangat cocok membudidayakan kopi kerena memiliki daerah dengan ketinggian 1.500 meter di atas perkukaan laut dan di dukung luas lahan 1.614 Ha sehinggah pada tahun 2010 yang lalu di kecamatan Baroko mampu menghasilkan kopi sebanyak 879 Ton berjenis Arabica typica yang hanya bisa dibudidayakan pada daerah ketinggian 1.500 di atas permukaan laut itu bahkan menjadi kopi langka dan tertua di dunia. Di Indonesia, jenis kopi ini hanya bisa tumbuh di Kabupaten Enrekang.

Comments on: "Kopi BAROKO di Teliti Mahasiswa dari Korea" (1)

  1. Tapi sayang yah harga kopi makin merosot terus, coba pemerintah mencari jalan gimana supaya pemasarannya gak sampe Anjlok Seperti sekarang, kasian masyarakat, dah kerja keras kayak gitu tapi hasilnya gak bisa dinikmati,….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: